Connect with us

Jambi

BKSDA Jambi Kembalikan 12 Burung Kakatua ke Habitatnya

Published

on

Petugas BKSDA Jambi saat mempersiapkan keberangkatan 12 ekor burung kakatua. Burung kakatua hasil penggagalan perdagangan satwa ilegal itu akan dikembalikan ke Maluku dan Papua, Minggu (23/6/2019). (Foto/HO BKSDA Jambi).

Jambi, Kilasjambi.com- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mengembalikan 12 ekor burung jenis Family Cacatuaidae ke Maluku dan Papua Barat untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Pengembalian satwa dilindungi ke Maluku dan Papua Barat itu sesuai dengan arahan Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu dilakukan sebagai upaya pelestarian burung kakaktua di habitat alaminya.

“Ini kita lakukan dalam rangka penyelamatan satwa yang dilindungi. Burung tersebut hasil penggagalan perdagangan satwa liar secara ilegal,” kata Rahmad Saleh, Kepala Balai KSDA Jambi melalui keterangan resminya yang diterima Kilasjambi.com, Minggu (23/6/2019).

Sebelumnya kata Rahmad, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengidentifikasi burung-burung kakatua tersebut berasal dari Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat. LIPI juga merekomendasikan agar satwa-satwa tersebut dapat dikembalikan ke habitat asalnya.

Lebih lanjut Rahmad Saleh menjelaskan dalam rangka penyelamatan satwa liar di Provinsi Jambi, baik satwa liar korban konflik maupun korban perdagangan satwa liar secara illegal berprinsip pada 3R (Rescue, Rehabilitation dan Release).

Burung kakatua yang dikembalikan tersebut adalah hasil operasi penegakan hukum terhadap perdagangan illegal satwa liar yang berhasil dilakukan Kepolisian Resort Tanjung Jabung Timur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi pada tanggal 18 Februari 2019 di wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur.

Dari pengembangan penanganan kasus tersebut juga berhasil dilakukan penangkapan terhadap pelaku lain di Batam Kepulauan Riau yang merupakan salah satu jaringan pelaku.

Dalam operasi tersebut berhasil diamankan 1 orang tersangka dengan barang bukti berupa : 13 ekor burung Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisese minor) dalam kondisi mati (opset), 4 ekor Burung kakatua Koki (Cacatua galerita) dalam kondisi hidup.

Kemudian 4 ekor burung kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) dalam kondisi hidup, 3 ekor burung kakatua putih (Cacatua alba) dalam kondisi hidup, 1 ekor burung kakatua hitam raja (Probosciger aterrimus) dalam kondisi hidup dan 1 ekor lutung jawa/budeng (Trachypithecus auratus) dalam kondisi mati.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *